Menjadi Guru Bahasa Arab yang Qur'ani dan Profesional
Narasumber: Prof. Dr. Ahmad Muhammad At-Toukhi
Penerjemah: Dr. Ahmad Basirt
๐ฏ Bagian 1: Urgensi Pemahaman dan Kewajiban Belajar Bahasa Arab
1. Tujuan Pembelajaran yang Sebenarnya
Tujuan utama dalam menuntut ilmu, khususnya bahasa Arab, adalah mencapai pemahaman (ููู ), bukan sekadar hafalan. Menghafal tanpa memahami—bahkan kaidah dasar Nahwu seperti ุงูู ุจุชุฏุฃ ู ุฑููุน—akan membuat peserta didik tidak merasakan nikmatnya ilmu. Metode pengajaran Rasulullah ๏ทบ pun berfokus pada penanaman pemahaman kepada para Sahabat, bukan hanya hafalan kaidah.
Catatan: Hafalan tanpa pemahaman tidak memiliki nilai tinggi di sisi Allah, sebagaimana kesimpulan tentang kaum ummiyyin (buta huruf) yang menghafal ayat tanpa memahami maknanya.
2. Bahasa Arab sebagai Kunci Pemahaman Agama
Kewajiban mempelajari bahasa Arab berakar pada kebutuhan untuk memahami Al-Qur’an dan Sunnah dengan benar.
Allah menurunkan Al-Qur’an dalam bahasa Arab (ุฅูุง ุฃูุฒููุงู ูุฑุขูุง ุนุฑุจูุง ูุนููู ุชุนูููู) agar kita berakal (memahami), bukan sekadar membaca.
Bahasa Arab adalah perantara (wasilah) untuk memahami lafaz-lafaz Al-Qur’an (ุฃููุงุธ ุงููุฑุขู) dan, yang jauh lebih penting, makna-makna dari lafaz tersebut (ู ุนุงูู ุงูุฃููุงุธ).
3. Larangan Menyerupai Yahudi dan Nasrani (Tasyabbuh)
Urgensi belajar Bahasa Arab dan pemahaman yang benar secara mendalam dijelaskan melalui Surah Al-Fatihah, di mana kita memohon: ุงูุฏูุง ุงูุตุฑุงุท ุงูู ุณุชููู (tunjukkan kami jalan yang lurus).
| Golongan Manusia (Surah Al-Fatihah) | Kondisi (Kesalahan) | Ciri Khas |
| ุงูุถุงููู (Tersesat/Nasrani) | Jahil/Bodoh (Tidak punya ilmu/pemahaman) | Berbuat tanpa ilmu. |
| ุงูู ุบุถูุจ ุนูููู (Dimurkai/Yahudi) | Pemahaman yang Keliru/Salah | Berbuat dengan pemahaman yang salah. |
| ุงูุฐูู ุฃูุนู ุช ุนูููู (Diberi Nikmat/Muslim Sejati) | Ilmu dan Pemahaman yang Benar | Memahami Allah dengan benar. |
Seorang Muslim sejati harus memiliki ilmu dan pemahaman yang benar untuk menghindari penyerupaan (tasyabbuh) dengan Yahudi dan Nasrani, baik dalam akidah maupun perbuatan.
Masalah terbesar umat Islam hari ini bukanlah dalam akidah, melainkan dalam perbuatan (bertindak tanpa ilmu atau dengan pemahaman keliru)—persis seperti ciri khas kedua golongan yang tersesat.
Penyebab utama umat Muslim menyerupai mereka dalam perbuatan adalah karena tidak memahami Al-Qur’an dengan benar, yang pangkalnya adalah tidak belajar bahasa Arab.
Kesimpulan Besar Bagian 1: Wajib mempelajari bahasa Arab agar tidak menyerupai Yahudi dan Nasrani dan menjadi bagian dari ุงูุฐูู ุฃูุนู ุช ุนูููู yang memiliki ilmu dan pemahaman sahih.
๐ Bagian 2: Peran Bahasa Arab dan Konsekuensi Fatal Kesalahan
1. Peran Bahasa Arab: Lafaz dan Makna
Bahasa Arab memiliki peran ganda:
Memahami Lafaz: Untuk membaca dengan benar (Tajwid, Qira'at) dan menjaga lafaz Al-Qur'an.
Memahami Makna: Untuk berpindah dari sekadar lafaz menuju pemahaman (tadabbur) dan maksud Allah ๏ทป.
Kritik Keras: Lafaz Al-Qur’an mudah dihafal (ูููุฏ ูุณุฑูุง ุงููุฑุขู ููุฐูุฑ), tetapi sedikit yang memahami maknanya. Inilah masalah besar umat Islam.
2. Konsekuensi Fatal Kesalahan Bahasa
Kesalahan kecil dalam bahasa Arab dapat mengubah makna secara fatal dan bertentangan dengan akidah.
Contoh Kasus: Kesalahan harakat pada ayat ﴿ ุฅَِّู ุงَََّููู ุจَุฑِูุกٌ ู َِู ุงْูู ُุดْุฑَِِููู َูุฑَุณُُُููู ﴾ (dengan Rฤ’ marfลซ‘) yang dibaca menjadi َูุฑَุณُِِููู (dengan Rฤ’ majrลซr) mengubah makna menjadi, "Sesungguhnya Allah berlepas diri dari orang-orang musyrik dan dari Rasul-Nya." Ini adalah kesalahan akidah yang sangat serius!
Kisah munculnya ilmu Nahwu (ilmu tata bahasa Arab) oleh Abul Aswad ad-Du'ali atas perintah Ali bin Abi Thalib ra. adalah bukti nyata betapa pentingnya menjaga ketepatan harakat dan i'rab agar tidak terjadi kesalahan fatal dalam pemahaman kalamullah.
3. Kemuliaan Bukan Pada Keturunan, Tapi Pemahaman
Patokan kemuliaan dalam Islam bukanlah asal negara, suku, atau bahasa ibu.
Tolok Ukur: Adalah ketakwaan (ูุง ูุฑู ุจูู ุนุฑุจู ููุง ุฃุนุฌู ู ุฅูุง ุจุงูุชููู), yaitu pemahaman yang benar terhadap Allah dan agama-Nya.
Contoh: Abu Jahal (Arab asli) ditolak karena pemahaman yang keliru, sedangkan Imam Al-Bukhari (Ajam/Non-Arab) diangkat derajatnya karena memiliki ilmu dan pemahaman yang sahih.
Islam adalah tunduk dan patuh, yaitu memahami Allah dengan benar—seperti yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS.
4. Nasihat untuk Guru Bahasa Arab
Para guru bahasa Arab memegang amanah besar: mereka bukan hanya mengajarkan bahasa, tetapi menanamkan ruh Islam kepada generasi umat. Belajar bahasa Arab adalah ibadah dan jalan menuju pemahaman agama yang benar.
๐ Tugas Guru Setelah Webinar
Ketika murid bertanya, "Kenapa saya harus belajar bahasa Arab? Saya bukan orang Arab."
Jawaban kita:
"Karena kita Muslim, agar kita tidak menyerupai Yahudi dan Nasrani, agar kita memahami Al-Qur’an dan agama dengan benar, sehingga kita menjadi ahli ุงูุตุฑุงุท ุงูู ุณุชููู ."








